Ini kisah ku
Perjalanan menuju arah yang tidak aku sangka dan duga sebelumnya. Takdirku, harapanku.
Hari ini aku iseng dengan ponselku, seketika aku membuat Sort Boomerang di WhatsApp Stat dengan caption " masih gue liatin " dan aku merasa itu biasa aja. Lagi lagi ada saja yg komen, memang susah ya menjadi kita yang sebenernya. Menyembunyikan hal yang tidak ingin kita publish eh akhirnya terpublish juga.
"Jangan lupa makan, sholat dan sebagainya yang terus menerus aku terima " emang sesulit itukah makan dan sholat sampai aku harus diingatkan terus hikss
Aku pulang dengan rasa lelah dan kantuk yang berkepanjangan, akhirnya aku mandi dan makan sore karna aku lapar sekalii ( karena lelah akhirnya tujuan ku makan )
Aku lihat banyak sekali yang komen statusku tadi siang, sampai aku malas untuk membukanya. Karena aku tau isi nya pasti hanya memuji dan menggoda. Akhirnya aku sampai pada satu orang yang komen dengan "ampun kak"
Wah ini tumben banget kak B* personal. Biasanya emang dia yang sering aktif banget liat status aku. Aku sapa dengan hangat. Dan akhirnya sampai pada awal permulaan berkenalan dengan seorang bernama MHF " First Meet Him " ini di mulai...
Di Minggu pertama tanggal 20/10/20 tepatnya aku pertama kali mendapat teman baru, menyapa, berkenalan, dan sampai akhirnya menanyakan hal yang sangat serius. Dan aku menanggapinya dengan penuh keyakinan. Aku tidak mengenalnya, sama sekali, tapi sampai saat ini aku tidak pernah langsung menghubungi kak B** yang sebenarnya. Apakah itu dia atau kah bukan. Atau ini hanya 2 nomer yang digunakan oleh 2 orang. Dan.. sudah mulai terjawab akhirnya ..
Aku memutuskan untuk Wellcome terhadap siapapun, karena aku sedang dilanda rasa sakit yg begitu dalam oleh kedua orangtua ku, karna belum bisa menerima ta'aruf dari seseorang, padahal saat itu aku ingin segera menikah, mungkin kita memang belum berjodoh. Jodohmu itu mungkin lebih baik dariku, dan jodoh ku memang yg terbaik untuk ku
Dan qadarullah, aku harus ke Palembang pada Jumat 23/10/2021 aku mulai intens dihubungi oleh MHF dan mulai terbiasa dengan telpon masuk yang sangat sering, dan pertanyaan semakin banyak. Aku belum tau banyak tentang dia, pikirku dia memang orang yg sangat Wellcome, mungkin karena sesuai dengan pekerjaannya?
Dia menghubungiku pagi siang sore malam layak nya minum obat, dia yg bertanya aku dimana, sama siapa, sedang apa, dan masih banyak lagi.
Akhirnya pada 1 November kita berdua bertemu, di Jakarta kunjungan pertama kita adalah muara Angke, Jakarta. Kita berdua makan siang dengan menu ikan, cumi dan sambal. Kangen ibu haji yang punya restonya. Semoga ibu sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT. Aamiin
Sebulan setelahnya kami bertemu lagi dan dia mengajakku kerumahnya di Pancoran mas Depok. Saat itu jantung ku bergejolak dan aku ga tau ingin ku pergi saja rasanya saat itu. .
Dan kita bertemu lagi hampir setiap Minggu. Dalam sebulan.
Pada bulan Januari dia pernah menjanjikan untuk serius denganku, dan berbicara dengan keluarganya akan mengajak ku ke jenjang yang lebih serius. Saat itu aku hanya berdoa minta diberikan jalan terbaik, dan mungkin saat ini adalah jalan yg terbaik. Aku harus mengubur dalam dalam hati yang sudah aku susun rapi. Ternyata Allah berkehendak lain dalam perihal jodoh. Aku akhirnya dibukakan mata hatinya, di perlihatkan segala nya, yg membuat ku berfikir apa ini yang terbaik ? Kebohongan yang semula aku tidak ketahui seketika terbuka lebar dan mungkin ini jawaban dari doa doa ku waktu itu. Alhamdulillah, akhirnya kita tidak berjodoh. Kok Alhamdulillah? Jodoh itu rahasia Allah, ketika Allah sudah membuka tabir kepalsuan semuanya akan terlihat dan kita bisa memilih untuk pergi dan tidak lagi ditempat itu.
So far, aku masih berkomunikasi dengan orangtuanya, saudaranya tidak ada yg aku blokir kecuali orang itu. Aku tidak bisa menjelaskan kenapa aku harus memilih mundur dan berdiri untuk orang yang seharusnya. Ini mungkin cara Allah, ini mungkin takdir Nya. Aku siap untuk tidak lagi menaruh hati padanya. Aku ikhlas, lillahi ta 'ala ..
Kepergian nya mungkin sudah setengah tahun, aku tahu itu dimulai saat aku terpapar covid19 dia mulai terlihat tak jujur padaku, mungkin sekitar Juni 2021.
Semoga Allah selalu menjagaku dan menjaganya, semoga Allah memberikan yang terbaik untukku dan untuknya.
Komentar
Posting Komentar