IBU PERTIWI DIJAJAH ANAK SENDIRI Degup haru suara tangis Kian lantang dan teriris Panas terik kian mengikis Bumi hancur kian terkikis Menatap relung jiwa yang kosong Terik langit kian menyongsong Kami butuh bukti bukan tong kosong Ini tentang jiwa bukan sekedar omong kosong Kau ingin kami menari diatas pena Lalu Kau menari diatas tahta Oh Tuhan, sungguh kolam susu basi Kami mati Kau hidup dengan nikmat nya secangkir kopi Jerit tangis duka lara Kabut asap dan serpihan bara Sesak napas salah siapa Kami benar-benar di jajah di negeri tercinta Harusnya kami tidur lelap malam ini Namun sesak didada kian menyiksa diri Tak tahu lagi bagaimana nasib Ibu pertiwi Ibu pertiwi dijajah anak sendiri Wah, sungguh nikmat hidup penguasa Duduk manis di kursi tahta Bak seorang raja Kami hidup tetap hidup Namun harus menahan sakit seumur hidup Wahai anak peritiwi Sudikah kiranya tuan mengerti Tentang apa yang telah terjadi Akankah terus-menerus seperti ini Ibu pertiwi dijajah anak ...